Kutub.co – Puasa itu bukan cuma nahan lapar dan haus, tapi juga nahan rasa nggak pede gara-gara napas yang mulai “berubah arah” menjelang siang. Mulut kering seharian bikin aroma jadi kurang bersahabat.
Tapi santai, biar tetap pede sampai adzan Magrib, ini enam langkah yang paling penting:
- Sikat gigi dua kali sehari dengan benar. Setelah sahur dan sebelum tidur itu wajib. Pakai pasta gigi berfluoride, dan jangan lupa bersihin lidah karena bakteri paling sering numpuk di sana. Tunggu sekitar 30 menit setelah makan sebelum sikat gigi supaya air liur sempat bekerja dulu.
- Gunakan floss atau pembersih lidah. Sikat gigi saja sering belum cukup. Sisa makanan bisa nyelip di sela-sela gigi. Dental floss bantu angkat yang tersembunyi, sementara tongue scraper bantu kurangi bakteri penyebab bau.
- Penuhi kebutuhan cairan saat non-puasa. Kurang minum bikin produksi air liur turun, dan itu pemicu utama bau mulut. Targetkan sekitar 8 gelas antara berbuka dan sahur. Bisa pakai pola 2-4-2 biar lebih gampang dibagi.
- Batasi kafein dan gula berlebihan. Kopi dan teh bisa bikin tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Gula juga jadi “makanan favorit” bakteri di mulut. Dua-duanya kalau kebanyakan bikin aroma makin nggak bersahabat.
- Gunakan obat kumur tanpa alkohol. Mouthwash bantu bersihin area yang nggak terjangkau sikat gigi. Pastikan pilih yang non-alkohol supaya mulut nggak makin kering.
- Periksa ke dokter gigi jika bau tak kunjung hilang. Kalau sudah rajin jaga kebersihan tapi napas tetap bermasalah, bisa jadi ada gangguan di gigi atau gusi yang perlu ditangani profesional.
Bau mulut saat puasa itu wajar, tapi bukan berarti harus pasrah. Dengan langkah yang konsisten, kamu tetap bisa menjalani puasa dengan nyaman tanpa khawatir soal aroma.