Kutub.co – “Cintai diri sendiri” adalah kalimat yang sering terdengar, tetapi jarang benar-benar dipahami. Dalam praktiknya, self love kerap direduksi menjadi sekadar afirmasi positif atau bentuk memanjakan diri. Padahal, mencintai diri sendiri bukan soal merasa hebat, melainkan berani jujur pada diri sendiri termasuk pada keterbatasan dan kegagalan yang kita alami.
Self love bermula dari satu sikap mendasar berhenti terus-menerus menyalahkan diri atas hal-hal yang tidak selalu bisa kita kendalikan. Tidak semua hal yang gagal terjadi karena kita kurang berusaha. Ada kondisi, situasi, dan kenyataan hidup yang memang tidak sesuai ekspektasi. Menerima hal itu bukan berarti pasrah, tetapi menolak menyiksa diri sendiri dengan rasa bersalah yang berlebihan.
Self Love Bukan Narsisme, Apalagi Pelarian
Kesalahan paling umum dalam memahami self love adalah menyamakannya dengan narsisme atau egoisme. Padahal, orang yang benar-benar mencintai dirinya tidak sibuk membandingkan hidupnya dengan orang lain. Ia tidak merasa rendah diri, tetapi juga tidak merasa lebih unggul.
Self love berarti mampu menerima diri apa adanya dengan kelebihan dan kekurangantanpa harus membuktikan nilai diri lewat pencapaian atau validasi eksternal. Dalam arti ini, self love justru membuat seseorang lebih stabil secara emosional dan lebih sehat dalam berelasi dengan orang lain.
Berbeda dengan egoisme, self love tidak menghilangkan kepedulian terhadap sesama. Ia tidak menjadikan diri sebagai pusat segalanya, melainkan sebagai titik awal untuk hidup dengan lebih bertanggung jawab.
Mengaku Mencintai Diri Sendiri Itu Mudah, Membuktikannya Tidak
Banyak orang mengatakan sudah mencintai diri sendiri. Namun pertanyaan pentingnya bukan apa yang kita ucapkan, melainkan bagaimana cara kita memperlakukan diri sendiri dalam keseharian.
Apakah kita memberi ruang untuk lelah tanpa merasa bersalah? Apakah kita memaafkan kesalahan diri sendiri secepat kita memaafkan orang lain? Atau justru kita menjadi orang paling kejam bagi diri kita sendiri?
Jika cara kita berbicara pada diri sendiri penuh tuntutan dan penghakiman, maka klaim self love itu patut dipertanyakan.
Self Love sebagai Sikap yang Dipelajari
Henschke (2021) menegaskan bahwa self love bukan bakat bawaan, melainkan sikap yang dapat dikembangkan. Ia terdiri dari tiga komponen utama: self-contact, self-acceptance, dan self-care.
Self-contact menuntut keberanian untuk menyadari kondisi diri apa adanya, termasuk emosi yang tidak nyaman. Self-acceptance berarti berdamai dengan diri sendiri tanpa terus terjebak dalam penyesalan. Sementara self-care bukan sekadar merawat tubuh, tetapi juga melindungi kesehatan mental dan emosional.
Penelitian psikologis menunjukkan bahwa self love berperan besar dalam menjaga kesehatan mental. Weinstein (2023) mencatat bahwa sikap welas asih terhadap diri sendiri dapat menurunkan kecemasan, depresi, dan rasa kesepian. Bahkan, Schrader dan Solimar (dalam Henschke, 2021) menyebut self love sebagai faktor penting dalam membangun resiliensi psikologis.
Kurangnya cinta terhadap diri sendiri justru membuat seseorang rentan pada keraguan diri, kelelahan emosional, dan perasaan tidak berharga.
Praktik Self Love yang Lebih Realistis
Self love tidak lahir dari slogan, tetapi dari keputusan-keputusan kecil yang konsisten, seperti:
- Membangun kepercayaan diri tanpa membandingkan hidup dengan orang lain,
- Berani mengambil keputusan atas hidup sendiri,
- Menjaga lingkungan pertemanan yang sehat,
- Serta menerima kenyataan bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya sempurna.
Self love juga berarti berusaha hidup dengan lebih baik, bukan menyerah pada alasan “menerima diri apa adanya” untuk berhenti bertumbuh.
Self Love Bukan Tentang Merasa Cukup, tapi Tidak Membenci Diri
Self love bukan tujuan akhir, melainkan proses panjang untuk berdamai dengan diri sendiri. Ia tidak membuat hidup bebas masalah, tetapi membantu kita menghadapi masalah tanpa merusak diri sendiri.
Pada akhirnya, mencintai diri sendiri bukan tentang menjadi versi paling ideal menurut standar luar, melainkan berhenti menjadi musuh bagi diri sendiri.