Kutub.co – Komunitas literasi Kutub Sisters kembali menghadirkan ruang diskusi inspiratif melalui kegiatan bedah buku secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan melalui siaran langsung Instagram pada Minggu, 1 Februari, dengan menghadirkan Nyimas An-An Aminah sebagai narasumber utama yang membahas buku Broken Strings karya Aurelie.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kutub Sisters dalam mendorong minat literasi, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, peserta diajak untuk memahami lebih dalam isi, pesan, serta nilai reflektif yang disampaikan dalam buku Broken Strings. Dalam sesi diskusi, Nyimas An-An Aminah menyampaikan bahwa buku Broken Strings menghadirkan kisah yang dekat dengan realitas emosional banyak orang, terutama dalam menghadapi luka batin dan proses pemulihan diri. Menurutnya, buku tersebut tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga mengajak pembaca untuk memahami perjalanan perasaan secara lebih mendalam.
“Buku Broken Strings menggambarkan bagaimana seseorang berproses menghadapi luka emosional dan belajar berdamai dengan dirinya sendiri. Karya ini mengingatkan bahwa setiap orang memiliki cara dan waktu yang berbeda dalam proses penyembuhan,” ungkap Nyimas An-An Aminah dalam sesi live Instagram.
Ia juga menambahkan bahwa buku tersebut dapat menjadi media refleksi bagi pembaca, khususnya generasi muda yang sedang menjalani berbagai dinamika kehidupan.
“Melalui buku ini, pembaca diajak untuk lebih berani mengenali perasaan mereka sendiri. Terkadang, membaca cerita orang lain justru membantu kita memahami diri sendiri,” tambahnya.

Kegiatan live Instagram berlangsung hangat dan interaktif. Peserta tidak hanya menyimak pemaparan narasumber, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman yang relevan dengan tema buku. Diskusi yang terbangun menunjukkan bahwa isu kesehatan mental dan refleksi diri menjadi topik yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Selain membahas isi buku, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya literasi sebagai sarana pembelajaran sekaligus penguatan kesehatan mental. Kutub Sisters menilai bahwa membaca dan berdiskusi tentang buku dapat menjadi ruang untuk memperluas perspektif serta memahami beragam pengalaman kehidupan.
Kegiatan bedah buku ini mendapatkan respons positif dari para peserta yang mengikuti siaran langsung. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa ruang diskusi literasi masih sangat dibutuhkan sebagai wadah berbagi gagasan dan pengalaman.
Melalui kegiatan ini, Kutub Sisters berharap dapat terus menghadirkan program literasi yang inspiratif dan relevan dengan isu-isu yang dekat dengan generasi muda. Komunitas ini juga berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa sebagai bentuk kontribusi dalam membangun budaya membaca serta menciptakan ruang dialog yang positif.
Penulis: Ai Siti Masruroh